Wednesday

Faktor-faktor Kelemahan Ummat Islam

Muqaddimah

Setelah runtuhnya khilafah Usmaniyah di Turki pada tahun 1924 kekuatan ummat Islam semakin melemah, disebabkan ummat Islam terbagi kepada berberapa negara terpisah. Bahkan kini terbagi menjadi 57 negara Islam berdaulat, yang mana setiap negara tersebut memiliki wilayah teritorial tersendiri. Padahal pada mulanya, ummat Islam memiliki satu negara (baca: Khilafah) dibawah satu payung kepemimpinan.

Slogan-slogan yang digaungkan oleh sebagian ummat Islam beserta intelektualnya, seperti “Islam huwal hal”, “Mustaqbal Lil Islam”, “Islam is Solution” yang pada intinya mereka mempercayai agama Islam sebagai way of life. Tapi disamping itu, kita juga sering mendengar keluhan dan rasa pesimis dari ummat Islam yang lain terhadap kemunduran dan kejumudan yang terjadi di tubuh ummat ini dengan dalil bahwa “Islam itu lemah”, “Kita ketinggalan dari Barat”, “Rasanya tidak mungkin untuk mempraktekkan Islam pada zaman sekarang ini”.

Sebenarnya, ketika berbicara tentang kelemahan ummat Islam, maka kita harus dapat membedakan antara penganut agama Islam (baca: orang muslim) dengan Islam sebagai agama. Karena keduanya mempunyai perbedaan yang sangat jauh sekali. Salah dalam memahami kedua musthalahat ini akan mengakibatkan kesalahan besar dalam mentafsirkan hakikat makna dari kelemahan itu sendiri.

Islam sebagai agama sampai kapanpun akan kuat dan kekal, karena Islam memiliki manhaj yang jelas lagi terang dan tidak membutuhkan penambahan atau pengurangan dari luar Islam. Dan penulis yakin, bahwa semua orang Islam mempercayai hal tersebut. Tapi lain halnya dengan istilah “Orang Islam”, mereka adalah orang-orang yang mengaku beragama Islam dan terlepas dari mengamalkan Islam itu sendiri baik dalam kehidupan sehari-hari atau sebaliknya. Yang jelas Islam sebagai agama, lepas dari tanggungjawab tersebut.

Nah, dalam makalah singkat ini Penulis ingin mendiskusikan hal tersebut dihadapan teman-teman semua, termasuk faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kelemahan ummat Islam? dan apa solusi yang terbaik untuk mengatasi kelemahan tersebut? sehingga untuk melangkah ke depan kita sudah mempunyai gambaran yang jelas dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Definisi Kelemahan Ummat Islam

Kelemahan yang dimaksud di sini adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang tidak diridhoi oleh Allah dan Rasul-Nya. Sehingga misi dan ajaran agama tidak berjalan sebagai mana mestinya.

Faktor-faktor Kelemahan Ummat Islam

Tidak diragukan lagi bahwa kekuatan ummat Islam berdiri di atas agama Islam itu sendiri. Hal ini juga sudah menjadi rahasia umum, bahkan musuh-musuh Islam juga tahu bahwa Islam itu sendiri tidak dapat dilemahkan jika penganut-penganutnya masih mempunyai keimanan yang kuat. Dari sini mulailah mereka mencari jalan dan cara yang terbaik bagaimana untuk melemahkan pemahaman orang Islam terhadap Islam itu sendiri. Tidak sampai disitu, mereka juga mencari jalan bagaimana memberi keraguan kepada kitab yang menjadi pegangan ummat Islam (baca: Al-Qur'an dan As-sunnah), dan mereka juga memutar belitkan fakta Sejarah dan Tsaqafah Islamiyah melalui berbagai opini dan tulisan, sehingga generasi ummat Islam berikutnya menjadi ragu atas keotentikan agama Islam itu sendiri.

Kalau kita mengkaji lebih dalam lagi tentang pergerakan orientalisme dan karya-karya mereka tentang Islam, maka kita akan sampai pada suatu kesimpulan bahwa keganjilan-keganjilan yang diciptakan oleh mereka pada intinya untuk memberi keraguan kepada ummat Islam terhadap agama yang mereka anut, sehingga mengakibatkan ummat Islam pada saat ini banyak yang termakan racun orientalisme. Sebut saja misalnya, dalam sebuah seminar keIslaman yang diadakan oleh organisasi Islam di Yogyakarta, salah seorang pemakalah yang berfikiran liberal memegang Al-quran dengan kedua jarinya dan mengatakan “Siapa yang berani menjamin bahwa al-Quran yang saya pegang ini benar-benar berasal dari Allah SWT”1

Sebenarnya banyak faktor kenapa ummat Islam menjadi lemah seperti sekarang ini? Di antara penyebabnya adalah:

Kurang Memahami Agama Islam itu sendiri

Sebagian ummat Islam kurang memahami hakikat agama Islam itu sendiri. Ia cenderung dipahami sebatas ibadah-ibadah ritual saja. Seperti: sholat, zakat, puasa dan haji. Sedang permasalahan diluar hal tersebut dianggap bukan bagian dari Islam. Dan ada juga yang memahami agama ini dengan pemahaman ajaran Hindu yang meyakini bahwa hidup ini harus dijalani dengan serba kekurangan dan dalam keadaan susah. Artinya untuk mencapai suatu tingkat pemahaman agama yang benar, seseorang dituntut untuk bertapa atau bermeditasi dan menyendiri dari keramaian.

Hal ini menurut hemat penulis adalah pemahaman yang salah atas agama itu sendiri. Dalam sejarah, kita lihat Rasulallah shallalahu ‘alaihi wasalam pernah menyendiri (berkhalwat) di gua Hira untuk beberapa waktu, tetapi setelah wahyu turun, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasalam tidak pernah kembali lagi ke gua tersebut. Hal ini menunjukan bahwa hidup harus berbaur dengan masyarakat dan tidak boleh hidup menyendiri.
Pergerakan Kristenisasi

Percaya atau tidak, bahwasanya hakikat kelemahan ummat Islam juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal, dengan kata lain bukan hanya dari kalangan ummat Islam itu sendiri. Hal ini dapat kita lihat dengan pergerakan Kristenisasi di dunia Islam yang sebenarnya sangat mengkhawatirkan. Sudah puluhan ribu - bahkan jutaan - ummat Islam di seluruh dunia yang berganti agama. Hal ini tidak cukup dengan hanya memberi alasan bahwa ummat Islam hidup dalam keadaan miskin, sehingga mudah dirayu dan dijanjikan dengan materi. Saudara kita yang miskin - dalam masalah ini - tidak perlu disalahkan, karena untuk mempertahankan hidup mereka butuh makan bagi keluarga dan memenuhi kebutuhan lainya. Yang menjadi masalah adalah pergerakan Kristenisasi yang ada sekarang ini.

Pemimpin-pemimpin Ummat Islam Berfikiran Sekuler

Rata-rata pemimpin-pemimpin ummat Islam hari ini berpaham sekuler, yang berdampak banyaknya keputusan dan kebijakan yang dikeluarkan bertentangan dengan ajaran agama Islam dan terkadang merugikan ummat Islam itu sendiri, sehingga tanpa disadari mengokohkan posisi musuh-musuh Islam yang ada di negara mereka. Contoh kecil, ketika Khilafah Usmaniyah runtuh di Turki tahun 1924, kekuasan diambil alih oleh Mustafa Kamal Attartuk. Di bawah kekuasaan beliau, azdan ditukar ke dalam bahasa Turki, tulisan yang pada awalnya memakai huruf Arab ditukar dengan huruf latin.

Bagaimana Membangun Kembali Kekuatan Islam

Setelah kita mengetahui faktor-faktor kelemahan ummat Islam, timbul beragam pertanyaan, bagaimana membangun kembali kekuatan ummat Islam? Di bawah ini penulis mencoba mengetengahkan beberapa solusi yang mudah-mudahan menjadi bahan renungan bersama.
Mengetahui sebab-sebab lemahnya ummat Islam dan mencari jalan keluarnya.

Di antara sebab-sebab lemahnya ummat Islam telah kita bicarakan di atas, hanya ada beberapa perkara yang amat penting untuk disampaikan. Pertama: berkembangnya pemikiran-pemikiran non Islam di kalangan masyarakat orang Islam. Kedua: masalah pendidikan di negara Islam yang masih mengikuti kurikulum dari penjajah. Ketiga: Keadaan masyarakat ummat Islam yang hidup dengan gaya bukan Islam bahkan kadang-kadang bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri.

Persatuan umat Islam.

Asas kekuatan adalah persatuan dan kesatuan ummat Islam itu sendiri. Hal ini telah disampaikan oleh Allah SWT dalam al-Qur'an “Berpegang teguhlah kepada tali-tali Allah dan janganlah kamu berpecah belah” (QS. Ali Imran: 103). Dalam ayat lain diterangkan “Janganlah kamu berbantah-bantah, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu” (QS. al-Anfal: 46).

Untuk merealisasikan kekuatan tersebut, maka kita dituntut oleh agama untuk bersatu padu dalam satu fikrah, barisan, negara, tujuan dan kekuatan. Penulis yakin, jika kita bisa bersatu dalam hal tersebut di atas maka kekuatan Islam akan kembali seperti semula.
Beramal mengikuti al-Quran dan al-Sunah.

Maksudnya adalah, hendaknya kita bersatu dan berhimpun dalam satu wadah keislaman yang berasaskan kepada Islam (baca: Al-Qur'an dan Assunnah), yang meliputi kepercayaan, perkataan, ataupun perbuatan, baik secara individu, keluarga, masyarakat dan negara. Karena ummat Islam wajib hukumnya mengamalkan ajaran agamanya dan sebaliknya haram bagi mereka beramal selain itu.

Penutup

Di akhir makalah ini dapat kita ambil kesimpulan, bahwa banyak hal yang menjadi faktor kelemahan ummat Islam, sedangkan kebanyakan ummat Islam tidak menyadarinya. Dua faktor paling dominan yang menjadikan ummat Islam lemah, yaitu faktor internal dan eksternal sebagaimana telah disebutkan.

Mudah-mudahan dengan mengetahui faktor kelemahan ummat Islam ini, minimal kita mempunyai gambaran dan menyadari bahwa sebagai ummat Islam, kita harus dapat merubah diri dan berbuat lebih banyak di masa yang akan datang untuk kepentingan agama Islam. Sesungguhya Allah bersama orang-orang yang menolong agama, seperti firman Allah “Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah maka Allah akan menolong kamu dan menguatkan barisanmu” (QS. Muhammad: 7). Wallahu ‘alam bishowab.

Footnote
* Disampaikan dalam acara Tatsqif Musim Panas Pusat Informasi Partai Keadialan Sejahtera, seri kedelapan bertempat dihostel: 5 IIUI, pada tanggal: 3 Agustus 2005.
1 Kata Pengantar “The Islamic Invasion” buah karya Robert A. Morey, oleh: Hamid Fahmy Zarkasyi, M.phil. Hal: 38.

1 comment:

adam said...

Jangan fikir masalah ummat bae jang tp ummahat jg....:)

Your Comment